Karawang Kotaku

Informasi & Opini

Belajar Dari Kusir Delman

Posted by Kang Aries on May 14, 2009

KudaDi suatu hari, seorang pejabat yang memiliki posisi yang cukup penting di kantornya, berencana mengunjungi salah seorang kerabatnya di sebuah desa terpencil. Karena kondisi jalan yang sempit dan tanahnya licin, hanya delman/andong satu-satunya kendaraan yang dapat menembus perjalan menuju desa tersebut, sehingga dengan sangat terpaksa Sang pejabat tadi menitipkan mobilnya di warung pinggir jalan untuk kemudian melanjutkan perjalannya menggunakan delman.
Dengan ramahnya, seorang kusir delman menawarkan tumpangannya, dan mempersilahkan Pejabat tadi untuk menaiki delmannya. “Silahkan pak, hati-hati naiknya licin”, ujar sang kusir. Perjalanan pun dimulai.

Ditengah perjalanan sang Pejabat membuka percakapan. Ia tertarik melihat kuda yang menarik mereka. Walaupun terlihat sedikit kurus, mungkin karena kurang asupan makanannya, namun kuda tersebut cukup cekatan menarik sang majikan dan tamunya. Kepala kuda tertutup kain tebal, yang juga berfungsi menutupi sebagian mata kuda, terutama di bagian sampingnya.

“Pak, kenapa ya, kuda delman selalu dipasangi penutup kepala dan disamping matanya?”, tanya sang Pejabat. Kemudian dengan santainya, pak Kusir tersebut, menjawab “Oo itu tho pak, kalo saya sih, tujuannya supaya kuda saya tidak bisa melihat saya yang duduk dibelakangnya”. “Lho, memangnya kenapa pak?” Sang Pejabat penasaran. “Saya malu pak, saya ndak tega melihat kuda saya, setiap hari saya lecuti, saya tarik sampai napasnya terengah-engah kecapekan karena menarik saya dan penumpang saya. Lalu saya yang dapat uangnya, tinggal kipas-kipas”.

Sang Pejabat cukup kaget dengan jawaban Pak Kusir. Dengan sedikit terharu, ia berujar dalam hati, “ah, seandainya saya punya rasa malu seperti bapak ini, pasti saya tidak akan pernah mau mengambil sesuatu yang bukan hak saya”. “Saya malu..”, teriaknya tanpa sadar, sehingga mengagetkan Pak Kusir. “Maaf pak saya, melamun..”. Namun sekali lagi ia bertekad dalam hati, “Saya tak akan lagi korupsi”. Ia mendapat pelajaran berharga hari ini, dari seorang Kusir Delman.

Wallahua’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.